Buku Referensi Delima Terbaru

Seni, Sastra, Budaya (Bunga Rampai Esai Pilihan)

Deskripsi Buku

Judul: Seni, Sastra, Budaya (Bunga Rampai Esai Pilihan)

Ukuran buku: 14,5 x 21 cm
Jumlah halaman: xii + 260 halaman

Penulis:
Anas Ahmadi, Arif Hidajad, Warih Handayaningrum, Aquita Valentina, Anik Juwariyah, Mohammad Rokib, Asy Syams E.A., Welly Suryandoko, Yunanto Tri Laksono, Anggun Setiawan, Marsudi, Setyo Yanuartuti, Zuhkhriyan Zakaria, Anang Novianto, Fera Ratyaningrum, Ali Mustofa, Fafi Inayatillah, Much. Khoiri, Jack Parmin, Diana Budi Darma, Tjahjono Widarmanto, M. Shoim Anwar, Noura N, Angga Fitriyono, Rif’atul Anita, Agustin Ainussa’adah, Autar Abdillah, Sariban, Djuli Djatiprambudi, Heny Subandiyah, Ika Anggun Camelia, Jarmani, Lutfi Saksono, Mukhzamilah, Ririe Rengganis, Trisakti

Editor:
Much. Khoiri, Anas Ahmadi,
Welly Suryandoko, Mohammad Rokib

Penerbit: Delima, Surabaya
Cetakan pertama, Juli 2024

Tentang Buku ini:

Buku ini diberi judul Seni, Sastra, Budaya: Bunga Rampai Esai Plihan dengan dua alasan. Pertama, isinya memang membincangkan tentang aneka isu seni, sastra, dan budaya sesuai keahlian dan minat penulisnya. Sejalan dengan judul, isi buku kami kelompokkan menjadi tiga bagian: seni, sastra, dan budaya. Di bagian pertama, pembaca dapat menikmati dan berdialog dengan sejumlah isu dunia seni, misalnya seni tradisi dalam perspektif budaya dan pendidikan, ilmu seni yang sering disalahpahami, teater anak Indonesia di lorong sunyi, perlunya digitalisasi musik gamelan dan dokumentasi seni, pentingnya pendidikan seni, dan sebagainya.

Sementara itu, bagian ketiga menyajikan esai-esai tentang budaya, misalnya tradisi carok di Madura, refleksi era disrupsi, foklor untuk meningkatkan literasi siswa, urgensi literasi visual, dan akulturasi budaya di pasar malam. Ada pula yang membahas tentang mengkaji filologi untuk rekonstruksi sejarah budaya bangsa di masa lalu; juga tentang kurnas dan budaya.

Di bagian kedua, pembaca dapat menikmati isu dan wacana tentang dunia sastra. Misalnya, pembaca bisa memulai dengan esai tentang humaniora digital dan kehidupan: manusia, sastra, budaya, dan teknologi berkelanjutan. Pembaca juga bisa menambah bahan refleksi dengan menyimak esai tentang mengapa (tidak) membaca sastra, wacana tentang problematika penulisan sejarah sastra dan jebakan kanonisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *