Deskripsi Buku
Judul:
Tanah Merah Biru
(Autoetnografi & Autoteori dalam Pemikiran
Dekolonisasi dan Dekolonialitas)
Ukuran Buku: 14,5 x 21 cm
Jumlah Halaman: viii + 320
Penulis:
Amon Bilasi, Barmabas Khu, Arda Fatimah Fania Ena, Hoirul Hafifi, Moh. Anis, Jorgen Praudot, Karim Kokoi, Kornelius Nuida, Margaretha, Matius Kujero, Odis Massie, Paula Warami, Selina Boleba, Ramses Kogoya, Terianus Wonda, Obet, Naomi L. Foisar, Yonas Kujiro.
Editor:
Hoirul Hafifi
Desain Sampul dan Tata Letak:
Fadhilla
Penerbit:
DELIMA, Surabaya
Cetakan Pertama, September 2026
Tentang buku ini:
Tanah Merah Biru: Autoetnografi & Autoteori dalam Pemikiran Dekolonisasi dan Dekolonialitas, merupakan kumpulan esai yang mengeksplorasi pengalaman hidup sebagai basis produksi pengetahuan. Buku ini menempatkan autoetnografi dan autoteori bukan sekadar sebagai pendekatan metodologis, melainkan sebagai praktik epistemologis yang menghubungkan pengalaman personal, praktik artistik, memori kolektif, dan realitas sosial dalam kerangka pemikiran dekolonisasi dan dekolonialitas.
Melalui beragam narasi yang lahir dari perjumpaan dengan masyarakat adat, seni, pendidikan, lingkungan, tubuh, dan ruang-ruang sosial yang kerap berada di pinggiran, para penulis mengajukan pembacaan kritis terhadap warisan kolonialitas dalam pembentukan pengetahuan, identitas, dan relasi kuasa. Pengalaman tidak diposisikan sebagai pelengkap teori, tetapi sebagai sumber refleksi yang mampu melahirkan perspektif epistemologis alternatif.
Dengan memadukan refleksi akademik, pengalaman empiris, dan praktik artistik, buku ini memperluas cakrawala kajian dekolonial di Indonesia sekaligus menawarkan ruang dialog bagi akademisi, peneliti, seniman, mahasiswa, dan pembaca umum untuk meninjau kembali cara memahami pengetahuan, kebudayaan, serta kemanusiaan dari perspektif yang lebih plural, kontekstual, dan transformatif.

