Buku Referensi Delima Terbaru

MENJAHIT SERPIHAN NEGERI One Day, One Article (1 September 2025 — 31 Agustus 2026) Catatan Jurnalistik dari Lombok hingga Surabaya

Deskripsi Buku

Judul:
MENJAHIT SERPIHAN NEGERI
One Day, One Article
(1 September 2025 — 31 Agustus 2026)
Catatan Jurnalistik dari Lombok hingga Surabaya

Jumlah Halaman : xviii + 826
Ukuran Buku: 17,6 cm x 25 cm

Penulis:
Abdul Hakim

Desain Sampul:
Fadhilla

Layout:
S. Jai

Penerbit:
DELIMA, Surabaya

 

Tentang buku ini:

Buku ini merupakan kumpulan tulisan jurnalistik reflektif yang lahir dari perjalanan penulis sebagai insan pers. Tulisan-tulisan tersebut tidak dimaksudkan sebagai catatan yang sempurna, melainkan sebagai upaya merekam sebagian kecil wajah Indonesia melalui peristiwa yang hadir di dua ruang geografis yang berbeda.Bagian I berisi tulisan tentang Lombok dan Nusa Tenggara Barat. Di dalamnya terdapat beragam tema, mulai dari demokrasi, politik, hukum, pemerintahan, ekonomi, investasi, pariwisata, Mandalika, pertanian, pangan, pertambangan, lingkungan, pendidikan, anak, kesehatan, agama, budaya, literasi, hingga infrastruktur dan konektivitas.Bagian II membawa perjalanan itu ke Surabaya dan Jawa Timur. Jika Lombok menghadirkan Indonesia dari bentang kepulauan dan wilayah yang sedang bertumbuh, Surabaya memperlihatkan wajah Indonesia melalui dinamika kota besar dengan persoalan pemerintahan, pelayanan publik, ekonomi rakyat, kesehatan, pendidikan, lingkungan, anak dan generasi muda, kebudayaan, sejarah, agama, olahraga, serta berbagai persoalan perkotaan.Kedua bagian tersebut berbeda ruang dan karakter, tetapi memiliki benang merah yang sama. Keduanya berbicara tentang manusia, tentang kebijakan yang memengaruhi kehidupan sehari-hari, tentang pembangunan yang membawa harapan, dan tentang pekerjaan rumah yang belum selesai.Bagian III kemudian hadir sebagai ruang refleksi. Jika Bagian I dan Bagian II merupakan catatan tentang apa yang terjadi di Lombok, NTB, Surabaya, dan Jawa Timur, Bagian III menjadi ruang untuk membaca kembali makna dari perjalanan tersebut.Refleksi dalam Bagian III bukan sekadar pengulangan. Ia merupakan usaha untuk menarik benang dari berbagai peristiwa yang telah dicatat, mempertemukan pengalaman Lombok dan Surabaya, lalu melihat keduanya sebagai bagian dari cerita Indonesia yang lebih besar. Dari Lombok saya belajar bahwa daerah menyimpan begitu banyak cerita tentang Indonesia. Dari Surabaya saya kembali melihat bagaimana sebuah kota dapat menjadi cermin perubahan bangsa. Keduanya memperlihatkan bahwa Indonesia tidak pernah tunggal dalam wajahnya, tetapi selalu terhubung oleh persoalan, harapan, dan cita-cita yang sama.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *