
Deskripsi Buku
Judul Buku: Sambatan Semacam Puisi
Ukuran Buku: 14,8 x 21 cm
Jumlah Halaman: xxiv +76
Penulis:
A Muttaqin
Ahmad Faisal Imran
Benazir Nafilah
Hanna Fransisca
Jhon Kuan
Usman Arrumy
Kata Pengantar:
Mardi Luhung
Sambatan Semacam Puisi ini, adalah buku yang berisi puisi-puisi dari enam penyair: A. Muttaqin (Gresik), Ahmad Faisal Imron (Bandung), Benazir Nafilah (Sumenep), Hanna Fransisca (Singkawang), Jhon Kuan (Riau), dan Usman Arrumy (Demak). Puisi-puisi enam penyair itu memiliki ciri (sesuai pembacaan saya): tentang apa yang dirasakan oleh si aku puisi yang pergi (baca juga: berjalan dan mengembara) dan berkisah tentang apa-apa yang ditemui selama pergi. Dan di dalam pergi itu, ada yang lewat tubuh. Ada yang lewat imajinasi, pikiran, khayalan, atau pencarian pada Tuhan. Dan pergi di sini, juga untuk yang transit. Sebab, di transit selalu terpikir keinginan untuk terus pergi atau tidak. Berbelok arah atau tidak. Kini, soalnya, meski enam penyair itu berlatar belakang beda. Dengan kota kelahiran yang juga beda. Tetapi mengapa situasi kepenyairan mereka seperti terhubung oleh benang merah. Yaitu tentang kekurang-nyamanan ketika mesti berada di sebuah tempat, baik tempat fisik atau non fisik. Barangkali ini pertanyaan klise. Tapi perlu untuk disimak lebih jauh. Sebab jika tidak, kita tak akan pernah tahu, apakah di dalam perjalanannya atau perginya, mereka (mungkin salah satu dari yang paling kita kagumi), sampai di tujuan atau sebaliknya.
(Mardi Luhung)
